jangan putus asa

jangan putus asa

17 April 2015

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.

● Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia
berkata:
#Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala
berfirman: [Aku sesuai dengan
persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku
dan Aku selalu bersamanya ketika dia
mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-
Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan
mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila
dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah
manusia, maka Aku pun akan
mengingatnya dalam suatu kumpulan
makhluk yang lebih baik dari mereka.]
#"Apabila dia mendekati-Ku sejengkal,
maka Aku akan mendekatinya sehasta."
#"Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka
Aku akan mendekatinya sedepa." #"Dan
apabila dia datang kepada-Ku dengan
berjalan, maka Aku akan datang
kepadanya dengan berlari." #(Shahih
Muslim No.4832)#

12 April 2015

CERITA seekor katak

Ada seekor katak  yg nampak nelayan.. sedang memancing... Jadi katak  itu pun masuk kedalam air  dan ingin berjumpa ikan . Katak itu tegur ikan  yg sedang memakan umpan nelayan.. itu.Katak  itu beritahu pada ikan  "jangan makan cacing  ni, sebenarnya ini perangkap.
Kalau kau makan juga, kau akan di tangkap, perut kau akan di belah.., kulit kau akan dibakar atas  api . mereka akn makan kau ( sebabnya katak  ini tahu keadaan di atas darat )".
Tapi ikan  ini tak ambil endah teguran si katak  dan bila sahaja ikan  itu makan umpan itu, ikan itu di sentap dan ditarik naik keatas.., ikan itu terkejut, dia nampak apa yang dikatakan oleh katak  sebenar adalah benar. Dia yakin yg dia akan di bakar , kulitnya akan disiat.., perutnya akan dibelah. Ikan  itu sangat menyesal...Tapi, tak ada dah peluang untuk kembali dalam air.
Ulama' beritahu.
Keadaan sama pada kita manusia ....bila ada orang  beritahu kepada kita keadaan kita nanti, padang masyhar, balasan neraka, balasan syurga️, azab neraka..,titian sirat, kita ambil tak endah saja.
Bila sudah mati ,hijab akhirat akan dibuka.Kita nampak manusia yg dibakar atas api  . Orang yg akan diseksa kerana melakukan maksiat dan kemungkaran. Seperti mana keadaan ikan  telah nampak apa yg berlaku di atas darat.
Sahabatku yg disayangi Allah. Kita hanya ada satu peluang sahaja untuk beramal di dunia ini.
Jadi jangan bazirkan usia    dan keringat kita perkara yg sia-sia, terutamanya bab akidah pegangan kita islam. semoga Allah beri kita kefahaman . Aamiin Allahumma Aamiin...

31 Mac 2015

Walau tak ada ORANG - TAPI ALLAH ada

Walau tak ada ORANG sayang kita ..
- TAPI ALLAH ada dekat di hati kita ..
Walau tak ada ORANG cinta kita ..
- TAPI ALLAH sentiasa KASIHI kita ..
Walau tak ada ORANG tolong kita ..
- TAPI ALLAH ada LINDUNGI kita ..
Walau tak ada ORANG rindu kita ..
- TAPI ALLAH tetap tunggu kita ..
Walau tak ada ORANG jaga kita ..
- TAPI ALLAH perhatikan kita ..
Walau tak ada ORANG dengan kita ..
- TAPI ALLAH ada temankan kita ..

#⛅⛅⛅

15 Mac 2015

YANG...

YANG.....
Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah"
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "megumpat"
Yang ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yang ditunggu Allah S.w.t itu -"taubat"
(Imam Al Ghazali)
Yang tak c/p -kedekut..... �� �� ��

14 Mac 2015

SUDAHKAH IBADAH KITA SESUAI DENGAN PETUNJUK RASULULLAH ??

DAHKAH IBADAH KITA SESUAI DENGAN PETUNJUK
RASULULLAH ?? 

SUDAHKAH IBADAH KITA SESUAI
DENGAN PETUNJUK
RASULULLAH ??

Maka Telitilah Sebelum Diamalkan,

“Dan janganlah
kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
semuanya itu akan dimintai pertanggung
jawaban” [Al-Israa : 36]

CARA MENGGAPAI HATI YANG
ISTIQOMAH

Menggapai Hati yang Istiqomah
Allah ta’ala telah berfirman,

“Yaitu hari yang harta dan anak-anak tidak akan
memberi manfaat, kecuali orang-orang yang datang
menghadap Allah dengan membawa hati yang
selamat”(Asy Syu’ara : 88-89)

“Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam ada
segumpal daging; apabila segumpal daging itu baik
maka seluruh tubuhnya akan baik. Segumpal daging
itu adalah hati.” (HR Muslim dan Baihaqi)

CARA MENCAPAI HATI YANG ISTIQOMAH
Hati adalah sumber kebaikan dan keburukan
seseorang. Bila hati penuh dengan ketaatan kepada
Allah, maka perilaku seseorang akan penuh dengan
kebaikan. Sebaliknya, bila hati penuh dengan
syahwat dan hawa nafsu, maka yang akan muncul
dalam perilaku adalah keburukan dan kemaksiatan.
Keburukan dan kemaksiatan ini bisa datang karena
hati seseorang dalam keadaan lengah dari dzikir
kepada Allah.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah berkata, “Apabila hati
seseorang itu lengah dari dzikir kepada Allah, maka
setan dengan serta merta akan masuk ke dalam
hati seseorang dan mempengaruhinya untuk berbuat
keburukan. Masuknya setan ke dalam hati yang
lengah ini, bahkan lebih cepat daripada masuknya
angin ke dalam sebuah ruangan.”
Oleh karena itu, hati seorang mukmin harus
senantiasa dijaga dari pengaruh setan ini. Yaitu,
dengan senantiasa berada dalam sikap taat kepada
Allah SWT. Upaya inilah yang disebut dengan
Istiqamah.

Imam al-Qurtubi berkata, “Hati yang istiqamah
adalah hati yang senantiasa lurus dalam ketaatan
kepada Allah, baik berupa keyakinan, perkataan,
maupun perbuatan.” Lebih lanjut beliau mengatakan,
“Hati yang istiqamah adalah jalan menuju
keberhasilan di dunia dan keselamatan dari azab
akhirat. Hati yang istiqamah akan membuat
seseorang dekat dengan kebaikan, rezekinya akan
dilapangkan dan akan jauh dari hawa nafsu dan
syahwat. Dengan hati yang istiqamah, maka
malaikat akan turun untuk memberikan keteguhan
dan keamanan serta ketenangan dari ketakutan
terhadap adzab kubur. Hati yang istiqamah akan
membuat amal diterima dan menghapus dosa.”

Lalu bagaimanakah caranya menggapai hati untuk
istiqomha…………..??????

Ada banyak cara untuk menggapai hati yang
istiqamah ini.
Di antaranya:

Pertama, meletakkan cinta kepada Allah SWT di
atas segala-galanya.
Ini adalah persoalan yang tidak mudah dan butuh
perjuangan keras. Karena, dalam kehidupan sehari-
hari kita sering mengalami benturan antara
kepentingan Allah dan kepentingan makhluk, entah
itu kepentingan orang tua, guru, teman, saudara,
atau yang lainnya. Apabila dalam kenyataanya kita
lebih mendahulukan kepentingan makhluk, maka itu
pertanda bahwa kita belum meletakkan cinta Allah
di atas segala-galanya.
Padahal, Allah Subhanahu Wata’ala telah
menegaskan bahwa siapa yang lebih mencintai
sesuatu selain Allah, maka ia justru akan tersiksa
dengan rasa cintanya itu. Siapa yang takut karena
selain Allah, maka ia justru akan dikuasai oleh rasa
takutnya itu. Siapa yang sibuk dengan selain Allah,
maka ia akan mengalami kebosanan dan siapa yang
mendahulukan yang lain daripada Allah, maka ia
tidak akan mendapatkan keberkahan dari-Nya.

Kedua, membesarkan perintah dan larangan Allah .
Membesarkan perintah dan larangan Allah harus
dimulai dari membesarkan dan mengagungkan
pemilik perintah dan larangan tersebut, yaitu Allah
Subhanahu Wata’ala.

Allah Subhanahu Wata’ala
berfirman yang artinya,

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran
Allah.” Ulama dalam menafsirkan ayat ini
mengatakan, “Mengapa kalian tidak takut akan
kebesaran Allah.”
Membesarkan perintah Allah di antaranya adalah
dengan menjaga waktu salat, melakukannya dengan
khusyu, memeriksa rukun dan kesempurnaannya
serta melakukannya secara berjamaah.

Ketiga, senantiasa berzikir kepada Allah.
Zikir adalah wasiat Allah kepada hamba-hamba-
Nya dan wasiat Rasulullah kepada ummatnya.

Dalam sebuah hadis qudsi Allah Subhanahu
Wata’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengingat-
Ku di dalam dirinya, maka Aku akan mengingat-Nya
dalam diri-Ku. Dan barang siapa yang mengingat-
Ku dalam kesibukan, maka Aku akan mengingat-Nya
dalam kesibukan yang lebih baik darinya.” (HR
Bukhari).

Keempat, Mempelajari kisah orang-orang saleh
terdahulu.
Hal ini diharapkan agar kita bisa mengambil
pelajaran dari mereka. Bagaimana kesabaran
mereka ketika menghadapi ujian yang berat,
kejujuran mereka dalam bersikap, dan keteguhan
mereka dalam mempertahankan keimanan.
Allah SWT berfirman, “Sungguh dalam kisah-kisah
mereka terdapat ibrah (pelajaran) bagi orang yang
memiliki akal, ….”

Kelima, senantiasa berpikir tentang kebesaran
ciptaan Allah.
Allah SWT memiliki ciptaan yang indah dan besar.
Dengan memikirkan ciptaannya diharapkan bisa
menyadari betapa besar kekuasaan Allah terhadap
ciptaan-Nya itu. Allah SWT berfirman, “Wahai
manusia, telah diberikan kepada kalian beberapa
permisalan, maka dengarkanlah (perhatikanlah)
permisalan itu. Sesungguhnya orang-orang yang
engkau seru selain Allah, mereka tidak akan mampu
untuk menciptakan lalat, meskipun untuk
melakukannya itu mereka berkumpul bersama…”

Keenam, Kenalilah Allah dengan nama-nama-Nya
yang mulia / asmaul husna.
Knalilah Allah dengan nama dan sifat-sifatnya,
niscaya hatimu akan lembut dan menjadi terarah ke
jalan yang lurus.
Semakin kita mengenal Allah akan terbentuk rasa
cinta kepada Allah, Rasa Takut Kepada Allah dan
Rasa Harap kepada Allah. Rasa itulah yang akan
selalu menuntun hati kita untuk selalu istiqomah di
jalan-Nya.

Demikianlah beberapa hal yang akan mengantarkan
kita kepada hati yang istiqamah. Dan mudah-
mudahan saja kita bisa mendapatkannya.

Semoga Bermanfaat.

Allahu A’lam

21 Februari 2015

Petua Murah Rezeki


 
Amalan-amalan ini menjadi sebab Allah (SWT)
limpahi hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan
rasa kaya dengan pemberian-Nya. Berdasarkan
konsep rezeki yang telah diperkatakan, Allah
(SWT) memberi jalan buat
setiap hamba-Nya untuk memperolehi rezeki
dalam pelbagai bentuk yang boleh menjadi punca
kebaikan dunia dan akhirat.      

Di antaranya:

1. Menyempatkan diri beribadah
Allah (SWT) tidak sia-siakan pengabdian diri
hamba-Nya, seperti firman-Nya dalam hadis
qudsi:

“ Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk
menyembah-Ku maka Aku akan membuat hatimu
kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak
melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu
dengan kesibukan dan Aku tidak menutup
kefakiranmu. ” (Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu
Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)

2. Memperbanyak istighfar
Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa
seorang hamba di depan Allah (SWT) , yang
menjadi sebab Allah (SWT) jatuh kasih dan
kasihan pada hamba-Nya lalu Dia berkenan
melapangkan jiwa dan kehidupan si hamba.

Sabda Nabi s.a.w.:

“ Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah
(SWT) s.w.t akan menghapuskan segala
kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak
disangka. ” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i,
Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abdullah bin Abbas
r.a.)

3.Tinggalkan perbuatan dosa
Istighfar tidak laku di sisi Allah (SWT) jika masih
buat dosa. Dosa bukan saja membuat hati resah
malah menutup pintu rezeki.

Sabda Nabi s.a.w.:

“ … dan seorang lelaki akan diharamkan baginya
rezeki kerana dosa yang dibuatnya.” (Riwayat at-
Tirmizi)

4.Sentiasa ingat Allah (SWT)
Banyak ingat Allah (SWT) buatkan hati tenang
dan kehidupan terasa lapang. Ini rezeki yang
hanya Allah (SWT) beri kepada orang beriman.

Firman-Nya:

“ (iaitu) orang-orang beriman dan hati mereka
menjadi tenteram dengan
mengingati Allah (SWT) . Ingatlah, hanya dengan
mengingati Allah (SWT) hati menjadi
tenteram. ” (Ar-Ra’d: 28)

5.Berbakti dan mendoakan ibu bapa

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah
s.a.w. berpesan agar siapa yang ingin panjang
umur dan ditambahi rezekinya, hendaklah berbakti
kepada ibu bapanya dan menyambung tali
kekeluargaan.

Baginda s.a.w. juga bersabda:

“ Siapa berbakti kepada ibu bapanya maka
kebahagiaanlah buatnya dan Allah (SWT) akan
memanjangkan umurnya.” (Riwayat Abu Ya’ala,
at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim)
Mendoakan ibu bapa juga menjadi sebab
mengalirnya rezeki,berdasarkan sabda Nabi
s.a.w.:

“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada
kedua orang tuanya nescaya terputuslah rezeki
(Allah (SWT) ) daripadanya.” (Riwayat al-Hakim
dan ad-Dailami)

6.Berbuat baik dan menolong orang yang lemah
Berbuat baik kepada orang yang lemah ini
termasuklah menggembirakan dan meraikan orang
tua, orang sakit, anak yatim dan fakir miskin, juga
isteri dan anak-anak yang masih kecil.

Sabda
Nabi s.a.w.:

“ Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi
rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di
kalangan kamu. ” (Riwayat Bukhari)

7.Tunaikan hajat orang lain
Menunaikan hajat orang menjadi sebab Allah
(SWT) lapangkan rezeki dalam bentuk tertunainya
hajat sendiri, seperti sabda Nabi s.a.w.:

“ Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka
Allah (SWT) akan menunaikan
hajatnya… ” (Riwayat Muslim)

8.Banyak berselawat
Ada hadis yang menganjurkan berselawat jika
hajat atau cita-cita tidak tertunai kerana selawat
itu dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan,
dan kesukaran serta meluaskan rezeki dan
menyebabkan terlaksananya semua hajat.
Wallahu a’lam.

9.Buat kebajikan banyak-banyak
Ibnu Abbas berkata:

“ Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya
kepada hati, kemurahan rezeki, kekuatan jasad
dan disayangi oleh makhluk yang lain. Manakala
kejahatan pula boleh menggelapkan rupa,
menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit
rezeki dan makhluk lain mengutuknya. ”

10.Berpagi-pagi

Menurut Rasulullah s.a.w., berpagi-pagi
(memulakan aktiviti harian sebaik-baik selesai
solat Subuh berjemaah) adalah amalan yang
berkat.

11.Menjalin silaturrahim

Nabi s.a.w. bersabda:

“ Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan
dilambatkan ajalnya
maka hendaklah dia menghubungi sanak-
saudaranya. ” (Riwayat Bukhari)

12.Melazimi kekal berwuduk

Seorang Arab desa menemui Rasulullah s.a.w.
dan meminta pedomanm mengenai beberapa
perkara termasuk mahu dimurahkan rezeki oleh
Allah (SWT) .

Baginda s.a.w. bersabda:

“ Sentiasalah berada dalam keadaan bersih (dari
hadas) nescaya Allah (SWT) akan memurahkan
rezeki. ” (Diriwayatkan daripada Sayidina Khalid
al-Walid)

13.Bersedekah
Sedekah mengundang rahmat Allah (SWT) dan
menjadi sebab Allah (SWT) buka pintu rezeki.

Nabi s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-
Awwam:

“ Hai Zubair, ketahuilah bahawa kunci rezeki
hamba itu ditentang Arasy, yang dikirim oleh
Allah (SWT) azza wajalla kepada setiap hamba
sekadar nafkahnya. Maka siapa yang
membanyakkan pemberian kepada orang lain,
nescaya Allah (SWT) membanyakkan baginya.
Dan siapa yang menyedikitkan, nescaya Allah
(SWT) menyedikitkan baginya.” (Riwayat ad-
Daruquthni dari Anas r.a.)

14.Melazimi solat malam (tahajud)

Ada keterangan bahawa amalan solat tahajjud
memudahkan memperoleh rezeki, menjadi sebab
seseorang itu dipercayai dan dihormati orang dan
doanya dimakbulkan Allah (SWT)

12 Februari 2015

"INGAT lima pekara" "SEBELUM datang lima pekara"


:
1) [Sihat] sebelum "Sakit"
2) [Muda] sebelum "Tua"
3) [Kaya] sebelum "Miskin"
4) [Masa lapang] sebelum "Sempit"
5) [HIDUP] sebelum "Mati"